Imam Shamsi Ali: Ganti dan Tidak Ganti Paspor, Kami Tetap Cinta Indonesia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mencintai tanah kelahiran adalah menjadi keniscayaan bagi semua orang. Dimanapun berlabuh dan menetap dibelahan bumi manapun, rasa nasionalisme tidak boleh luntur sedikitpun. Hal itu juga yang dikomitmenkan oleh Presiden Nusantara Foundation, New York, AS, Imam Shamsi Ali dan para pendakwah dari Indonesia di Amerika Serikat.

"Meskipun kita mengganti paspor atau tidak mengganti paspor. Kami tidak akan kehilangan cinta terhadap Indonesia," katanya dalam agenda virtual dengan tema Peranan Komonitas Muslim Indonesia dalam Dakwah di Bumi Amerika, Minggu (16/8/2020).

Pendiri Pondok Pesantren pertama di Amerika itu menegaskan, dirinya dan orang-orang Indonesia secara umum yang kini berada di Amerika, memiliki tanggung jawab untuk memperlihatkan wajah Indonesia yang positif dan mencerahkan.

Negara Indonesia sendiri, lanjut laki-laki kelahiran Oktober 1967 tersebut, adalah belum sepenuhnya dikenal daripada negara asia lainnya. Seperti Vietnam dan Malaysia. Kata Imam Shamsi Ali, dakwah yang dilakukan oleh orang Indonesia sendiri di Amerika bisa dibilang cukup sukses.

Meskipun, dakwah di Amerika tak terlepas banyak sekali rintangan yang dihadapi. Setidaknya saat ini, orang Indonesia sendiri sudah bisa membangun lima masjid sendiri. Dan ketiganya adalah peralihan dari Gereja.

"Kita memiliki tanggungjawab sekecil apapun itu. Agar Indonesia dikenal baik di luar. Karena Indonesia relatif kurang dikenal di luar. Tentu ini mendorong kita agar Indonesia bisa dikenal," ujar Presiden Nusantara Foundation, New York, AS, Imam Shamsi Ali. (*)

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/291220/imam-shamsi-ali-ganti-dan-tidak-ganti-paspor-kami-tetap-cinta-indonesia