Imam Shamsi Ali Tetap Lakukan Dakwah Islam di US Selama Covid-19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di US, islam layaknya kaum kulit hitam dan kaum Indian suku asli Amerika serta beberapa warga ras lain merupakan kaum minoritas. Imam Shamsi Ali, yang merupakan Imam besar masjid Islamic Cultural Center (ICC) New York berusaha untuk menepis klaim ini dengan cara Islam yang penuh cinta damai.

Amerika yang merupakan negara liberal terbesar di dunia akhir-akhir ini mengalami goncangan politik terutama mengenai masalah ras dan agama. Negara ini menuai banyak protes dari penduduknya bahkan dari dunia.

Di Negeri Paman Sam, Shamsi dikenal sebagai salah seorang anggota dewan penasihat di organisasi-organisasi besar yang kerap dimintai arahan dan bimbingan. Shamsi juga sering mengirim berbagia artikel terkini membahas isu-isu yang sedang panas yang tentunya disangkutkan dengan islam.

Akhir-akhir ini, terutama setelah pandemic menghantam, Shamsi kerap menggunakan media sosial untuk berdiskusi dan berdakwah. Shamsi juga mengundang beberapa pemuka islam seperti Dr. Sabeel Ahmed sebagai nara sumber.

Dia juga kerap kali menjelaskan bagaimana penerapa ajaran Islam di US dengan segala macam problematikanya. “Tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga,” ucapnya dala sebuah seminar online yang digawanginya pada Minggu, (26/07/2020).

Diawal seminarnya Imam Shamsi Alij uga menampilkan sebuah video pendek pidatonya yang menyatakan bahwa kejadian yang terjadi di US akan mempersatu seluruh umat manusia. Karena pada dasarnya baik umat Islam dan kaum minoritas lain adalah sama. Dan mereka berada pada perahu yang sama. (*)

https://www.timesindonesia.co.id/read/news/286744/imam-shamsi-ali-tetap-lakukan-dakwah-islam-di-us-selama-covid19