Mengkritik Jangan Dijadikan Ancaman, Pesan Imam Besar Amerika ke Jokowi-Maruf

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Jokowi Dodo – Ma’ruf Amin dilantik pada tanggal 20 Oktober sore ini. Pelantikan tersebut tentunya punya harapan besar untuk perubahan dan kemajuan bangsa ini.

Imam Islamic Cultural Center (ICC), masjid terbesar di New York, Amerika Serikat, Ustad Shamsi Ali mengatakan Indonesia negara besar,  Bagaimana Indonesia mempunyai peranan penting di mata dunia. Indonesia harus jadi garda terdepan dalam keamanan dunia.

 

“Masalah HAM diluar negeri masih menjadi permasalah besar, Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam HAM Dunia, sebagai salah satu negara berpenduduk terbesar di dunia, dan penduduk Islam terbesar di Dunia,” kata Shamsi Ali  dalam diskusi yang dipandu oleh Dosen Universitas Islam Alauddin Makassar, Doktor Syamsuddin Rajab ini membahas perkembangan pesantren di USA dan perkembangan geopolitik Islam Internasional, di Warkop Phoenam, Jalan Boulevard Makassar, kemarin.

Lanjut Shamsi Ali  mengatakan bahwa Nilai sebuah demokrasi adalah kritisan. “Mengkritik jangan dijadikan acmana tapi masukan, Indonesia ini sebagai negara yang besar harus hadir sebagai penyeimbang,” ucapnya.

 

Syamsi Ali mengharapkan Kepada Jokowi – Ma’ruf agar dapat menjalankan amanah dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

“Mari kita bersama sama jaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. Semoga presiden dan wakilnya dapat menjalankan amanah dengan baik untuk kepentingan masyarakat dan bangsa ini,” Harap Syamsi Ali.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo, bakal Calon Wali Kota Makassar Taufiqqulhidayat Ande Latif (Onasis), Anggota DPRD Sulsel Arum Spink dan Muzayyin Arif, dan Pengusaha  Rusdin Abdullah.

Dalam diskusi itu  Ustad Shamsi Ali menjelaskan bahwa saat ini dirinya telah membangun pesantren di Amerika serikat. Pesantren tersebut dibangun dengan sebagai wajah alternatif dari dunia pendidikan. “Ingin menampilkan pesantren yang tampil unik, pesantren itu sebagai wajah alternatif dari dunia pendidikan, Ini yang kami tawarkan kepada Amerika,” kata Shamsi Ali.

 

Lanjut putra kelahiran Bulukumba itu mengatakan  sentuhan agama di Amerika bagi gerasi muda itu sangat penting. “Bagi orang Amerika Islam itu dicap tak bersabat, ini yang harus diberi pemahaman kepada mereka, bahwa pendidikan dalam Islam menanamkan nilai nilai kedamaian, tidak radikal, Islam itu sangat sujud, damai dan rahmatan,” jelasnya.

Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo pada kesempatan itu menyampaikan rasa bangga atas imam Shamsi Ali yang telah berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam di luar negeri.

“Setelah Syech Yusuf, sekarang ada ustad Shamsi  Ali yang kini menyebarkan ajaran agama islam, ini sebuah kebanggaan buat kami orang Sulawesi Selatan,” ucap Rudianto Lallo.

Di tempat yang sama, pengusaha sekaligus politisi Rusdin Abdullah juga menyampaikan rasa bangga kepada Shamsi Ali yang telah membangun pesantren di Amerika serikat. Menurut pengusaha yang akrab disapa Rudal itu hal tersebut bukan hal yang mudah.

 

“Kita sebagai orang Sulsel sangat bangga kepada pak Ustad yang telah membangun pesantren di Amerika. Itu bukan hal yang muda, di tanah air saja biasa membangun dapat protes, ini di Amerika, tentunya kami sangat bangga,” ucap Rudal.

Dokter Onasis juga menyampaikan apresiasinya atas Ustad Shamsi Ali yang telah menyebarkan ajaran Islam bertahun tahun di luar Negeri.

“Alhamdulillah dapat bertemu dan berdiskusi dengan Ustad Syamsi Ali. Sebagai orang yang beragama kita perlu bersikap dan berperilaku yang baik dan indah, secara tidak langsung Islam ikut tersyiar dengan perilaku kita. Tanpa perlu berbicara,” ungkap Onasis.

Seperti diketahui Shamsi Ali

adalah imam di Islamic Center of New York dan direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York, Amerika Serikat,” kata Dokter Onasis.

Shamsi Ali aktif dalam kegiatan dakwah Islam dan komunikasi antaragama di Amerika Serikat. beliau salah satu  penyebar agama islam dan saat ini sedang membangun pesantren di Negeri Paman Sam.(taq)

 

Sumber: https://fajar.co.id/2019/10/20/mengkritik-jangan-dijadikan-ancaman-pesan-imam-besar-amerika-ke-jokowi-maruf/