Pelunasan Lahan Pembangunan Ponpes Nur Inka Nusantara Madani di AS Selesai

Pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) pertama di Amerika Serikat (AS) terus mengalami peningkatan. Pelopor Ponpes yakni Imam Shamsi Ali menyampaikan, pelunasan lahan atau properti Ponpes yang diberi nama Nur Inka Nusantara Madani sudah lunas.

Tokoh asal Indonesia itu menjelaskan, sesuai perjanjian dikontrak pembelian seharusnya telah lunas pada bulan April 2020 lalu. Namun, dikarenakan oleh musibah Covid-19 ,yang melumpuhkan hampir semua kegiatan penggalangan dana, maka pelunasan itu gagal diselesaikan pada waktunya.


Akan tetapi lanjut dia, dengan izin Allah SWT dan kerja keras semua yang terlibat serta kebaikan semua donatur, properti ponpes telah lunas pada bulan Februari 2021 ini. Dengan demikian, kata dia, satu beban dalam proses mewujudkan ponpes pertama Indonesia di negara yang kini dipimpin oleh Presiden Joe Biden itu telah selesai.

Dengan selesainya pelunasan itu, kini Nusantara Madina akan fokus pada dua hal. Pertama, terus membenahi gedung-gedung tua yang ada. Kedua, setelah memungkinkan Covid-19 ini berlalu, akan segera mengintensifkan berbagai kegiatan di lokasi Pondok pesantren. Satu di antaranya adalah program Tahfidz Al-Quran musim panas.

Shamsi Ali menambahkan, ada saat yang sama segera setelah gambar selesai, akan dimulai penggalangan dana untuk pembangunan beberapa fasilitas yang diperlukan untuk membuka pesantren full time. Di antara fasilitas tersebut adalah yakni masjid, gedung sekolah, asrama putra dan putri, dapur umum, gedung serba guna dan rumah-rumah Nusantara.

“Kami juga perlu sampaikan bahwa di sela kekosongan saat ini akibat Covid, pesantren kembali mendapat tawaran untuk melakukan ekspansi lahan. Di seberang lokasi pesantren dijual tanah seluas 4.1 hektar dengan harga yang sangat terjangkau,” katanya kepada TIMES Indonesia, Senin (15/2/2021).

Untuk tidak kehilangan peluang itu, lanjut Shamsi Ali, ponpes Nur Inka Nusantara Madani memutuskan untuk membeli lahan tersebut. Sehingga harapannya, setelah lahan tersebut terbelih lokasi pesantren menjadi 11.5 hektar. “Kami kembali mengajak para donatur untuk ikut mengambil bagian, baik berupa donasi atau wakaf, untuk membeli lahan yang dimaksud,” ujar Shamsi Ali.