Pesan Imam Masjid New York AS Ustadz Shamsi Ali Saat Tausiyah di Darul Istiqamah Maros

Imam Islamic Center of New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali, membawakan tausiyah peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Auditorium Pesantren Darul Istiqamah Pusat Maccopa Maros, pada Sabtu 24 Oktober 2020 kemarin.

Ia dikenal sebagai anggota dewan penasihat organisasi-organisasi besar di negeri Paman Sam. Di antaranya Indonesian Muslim Society in America, dan Indonesian Muslim Intellectual Society in America.

Putra kelahiran Bulukumba Sulawesi Selatan ini mampu menjadikan Islamic Cultural Center (ICC) sebagai masjid terbesar di New York dengan berdakwah di Amerika Serikat.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2020, ia menyampaikan pesannya kepada seluruh santri.

“Karena sekali kita santri sampai kapanpun kita akan menjadi santri. Pesantren harus hadir sebagai garda terdepan untuk menjawab permasalahan yang terjadi saat ini,” ujarnya, mengutip ceramahnya, Ahad (25/10/2020).

Ia menyampaikan, lima kriteria yang harus dimiliki santri, sebagai integritasnya dalam membangun peradaban. Pertama seorang santri adalah seorang yang punya mentalitas saleh dan tidak akan goyah.

“Kedua santri adalah manusia yg memiliki visi misi luas, yang taat akan dunia, tanpa visi misi jelas maka akan menjadi katak dalam tempurung,” ungkapnya.

Ketiga, kriteria seorang santri adalah memiliki integritas dengan ketaatan luar biasa, dan mampu membangun keteladanan.

Keempat, seorang santri wajib memiliki global mindset, inovatif dan kreatif. Santri harus membawa inovasi baru bagi Indonesia. Dan kelima, santri harus memiliki mental kompetitif.

“Bagaimana bisa membuktikan bahwa islam adalah kedamaian, kerja sama, dakwah yang terbaik, ketika kita menampilkan membawa akhlakul karimah. Sehingga menjadi role model atau teladan. Kita harus bersaing bahwa dakwah kita lebih hebat. Itulah intergritas yang kita miliki sebagai santri. Karena sekali kita santri sampai kapanpun kita akan menjadi santri,” jelasnya.

Tausyiah Imam Shamsi Ali berkesan bagi seluruh pimpinan pemerintahan yang hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ustadz Muzayyin Arif.

“Sebagai bagian dari kaum santri, yang saat ini mendapat amanah sebagai perwakilan aspirasi masyarakat ke DPR RI, tentu saaya patut berbangga kehadiran pemerintah dalam memberi dukungan dalam kegiatan keagamaan melalui ponpes dan pendidikan agama, tentu menjadi langkah strategis untuk pengembangan peradaban,” ujar legislator asal Maros yang juga pimpinan Pesantren Darul Istiqamah Pusat Maccopa Maros.

Ia mengindahkan amanah tausyiah Imam Shamsi Ali, bahwa kaum santri punya prinsip yang diamanahkan oleh para guru dan ulama untuk mengambil perannya dalam memajukan Islam dan bangsa Indonesia. (*)