Ujian dari New York, Pembina Pesantren Pertama di Amerika dan Ketua Yayasan Pesantren Darul Istiqamah Indonesia, Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

UJIAN DARI NEW YORK, PEMBINA PESANTREN PERTAMA DI AMERIKA DAN KETUA YAYASAN PESANTREN DARUL ISTIQAMAH INDONESIA, RAIH GELAR DOKTOR DENGAN PREDIKAT CUMLAUDE


Ketua Yayasan Pesantren Darul Istiqamah Indonesia, sekaligus Pembina Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat, Muthahhir Arif, meraih gelar doktor Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Jumat,  (3/12/2021) setelah melalui sidang promosi doktor. Muthahhir Arif menjalani sidang promosi doktor melalui zoom dari New York dengan membawakan tema disertasi Model Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam Dalam Lingkungan Pesantren : Studi Kasus Di STAI DDI Mangkoso dan IAI AS' ADIYAH Sengkang 


Ketua sidang, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Dr Basri Modding, menyampaikan hasil putusan sidang promosi doktor yang dijalani Muthahhir Arif. "Berdasarkan hasil rapat, seluruh tim penilai sepakat bahwa saudara dinyatakan lulus dengan predikat, sangat memuaskan, dan mulai hari ini saudara bergelar doktor," kata Prof Basri Modding, dalam sidang yang disaksikan secara virtual melalui zoom. 


Setelah pengumuman tersebut, Ketua sidang, sekaligus Rektor UMI menyampaikan ucapan selamat kepada Doktor Muthahhir Arif atas gelar baru yang diraihnya. 


Sementara itu, Prof Mansyur Ramli, yang bertindak selaku promotor menyampaikan apresiasi terhadap penelitian yang dilakukan Muthahhir Arif. Menurutnya dengan perkembangan seperti ini, bisa mendorong pesantren makin maju di era 4.0, studi ini bisa bermanfaat bagi pesantren menghadapi tantangan di masa depan.


 "Selamat ya, studi ini sangat baik sekali, bisa bermanfaat bukan hanya bagi pesantren tetapi bagi perguruan tinggi, promovendus sangat layak meraih gelar doktor, ini juga menjadi catatan sejarah, UMI pertama kali umi menggelar promosi doktor yang mahasiswanya jauh di Amerika," ungkap Prof Mansyur Ramly.


Setelah menerima pengumuman bahwa lulus dalam sidang promosi doktor, Muthahhir nampak berkaca-kaca tatkala menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan keluarga tercinta. "Terima kasih dan dukungan orang tua kami tercinta, abah ustad Arif Marzuki, ummi Andi Murni Badiu, yang terus memberikan dukungan dan motivasi dalam mengemban amanah dakwah dan menempuh pendidikan hingga jenjang doktor," papar Muthahhir Arif


Muthahhir berharap, apa yang ia raih saat ini jadi motivasi bagi para kaum santri, untuk bisa belajar, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Ia juga menilai kampus UMI sangat berkesan, proses belajar terasa ukhuwah, aura ibadah yang selalu diutamakan. Bukan hanya mahasiswa yg harus selalu hadir di masjid tetapi seluruh perangkat yang ada di kampus. "Sehingga untuk ketemu direktur cukup tepat waktu hadir di masjid, shaf pertama," kesannya 


Muthahhir menambahkan kehadirannya saat ini di Amerika, mengikuti apa yang dilakukan, Imam Shamsi Ali membuktikan bahwa santri bisa berkiprah di dunia internasional. Dari Kajang, Shamsi Ali diterima semua elemen dan  komunitas Amerika. Dengan demikian, alumni pesantren bisa mendunia, membina pesanten di kota New York, bahwa generasi santri teruslah mempersiapkan pundak untuk mengemban amanah dakwah. 


Dihadiri Abah Ummi dan Para Tokoh


Muthahhir merasa amat bahagia, Ujian promosi doktor yang dilangsungkan dari kota New York itu bisa disaksikan oleh abah ustad Arif Marzuki dan Ummi Andi Murni Badiu, beserta keluarga besar Darul Istiqamah melalui aplikasi zoom. Terhitung peserta promosi itu sampai 100 orang sehingga banyak kolega yang tidak bisa masuk karena zoom sudah full.

 

Sebagai informasi, sidang doktoral tersebut juga dihadiri Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali, Pimpinan DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, Konjen RI di New York, DR Arifi Saiman, Mudir Al Bir MAkassar, dan sejumlah tokoh dan dai Nasional.