Terorisme Tidak Beragama

Terorisme itu tidak mengenal batas-batas, apakah itu batas ras, etnis, dan juga agama. Terorisme tidak mengenal batas agama, karena memang tidak mengenal agama, bahkan tidak beragama. Karenanya hentikan terorisme labelisasi terorisme dengan agama apapun. Biarlah teror pada dirinya sendiri. 


Bahkan ketika teror dikaitkan dengan agama maka itu adalah self paradoks. Artinya dua hal yang dikaitkan padahal secara esensi bertentangan. Terorisme itu kekerasan, pengrusakan, pembunuhan. Agama itu adalah “Rahmah” (kasih sayang) dan cinta kasih (love), membawa kebaikan, dan menjaga kehidupan. Lalu di mana kaitannya. 


Karenanya kita waras dan sederhana saja dalam menyikapi hal-hal yang terjadi dalam dunia kita. 


Siapa saja bisa menjadi pelaku terror, dan siapa saja bisa jadi korban teror. Tapi yang pasti pelaku teror tidak didasari oleh ajaran agama. Karena jelas teror adalah antithesis (lawan) dari semua yang diajarkan agama. Bahwa hidup itu sakral, Perdamaian, persaudaraan, peradaban, dan tentunya nilai-nilai moral dan akhlakul karimah itu sendiri. 


https://youtu.be/L-qxmoasRfk


Imam Shamsi Ali

Presiden Nusantara Foundation