img

Keberadaan Muhammadiyah dan NU Buat Pendeta Ini Merasa Tak Minoritas di Negeri Sendiri

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Kesejukan dakwah dan aksi nyata yang dibawa oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dipandang oleh umat non muslim sebagai berkah tersendiri, sebagaimana diungkapkan oleh Pendeta Victor Rembeth dalam dialog di 164 Channel, Jumat (26/2).


“Saya pikir ketika bicara dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, kita sudah selesai. Karena ini adalah lembaga-lembaga Islam yang ijtihad dan ikhtiar-ikhtiarnya apalagi dalam kondisi konteks Indonesia (dengan) Islam Nusantara atau Islam Berkemajuan kita semua terberkati. Jadi saya merasa terberkati selama ini dengan kerja-kerja bareng selama ini,” ungkapnya.


Pendeta sekaligus pegiat kemanusiaan yang telah malang melintang lebih dari 15 tahun tersebut menyaksikan amal nyata ormas Islam seperti Muhammadiyah di berbagai wilayah mayoritas non muslim.


Victor juga memuji peran Lazis di dua organisasi Islam ini yang menjadi kekuatan pendukung kerja kemanusiaan inklusif. Sebagai otokritik, peran seperti ini yang menurutnya perlu untuk ditiru oleh umat Kristen.


“Terimakasih Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang sudah menjadi driver,” ucapnya.

“Saya di Indonesia tidak pernah merasa minoritas karena saya adalah bagian dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” pungkasnya.


Sumber: 

https://muhammadiyah.or.id/keberadaan-muhammadiyah-dan-nu-buat-pendeta-ini-merasa-tak-minoritas-di-negeri-sendiri/