img

Resepsi & Diskusi Buku di New York

Pada hari Kamis, 24 Maret 2022 kemarin telah dilangsungkan acara resepsi dan diskusi buku “Anak-Anak Ibrahim: isu-isu yang menyatukan dan memisahkan Muslim dan Yahudi”. Sebuah buku yang ditulis bersama Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation) dan Rabbi Marc Schneier (Presiden Foundation for Ethnic Understanding). 


Buku dengan judul asli “Sons of Abraham: issues unite and divide Muslims and Jews” ini terbit di tahun 2015 lalu oleh penerbitan Random House dengan Kata Pengantar dari Presiden Bill Clinton. Setahun kemudian melalui Mizan terbit dalam bahasa Indonesia. 


Acara resepsi dan diskusi buku ini diinisiasi oleh Konsulat Jenderal RI di Kota New York. Hadir pada acara ini berbagai pemimpin dan tokoh-tokoh agama di kota New York dan sekitarnya, baik Yahudi dan Muslim maupun tokoh agama lainnya. Juga hadir beberapa Konsul Jenderal dari negara-negara Muslim. 


Dalam sambutannya Konjen RI New York, Dr. Saiman Arifi, menyambut dengan senang penerbitan buku ini. “Indonesia akan selalu mendukung upaya-upaya Dialog antar agama karena Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keragaman dan toleransi antar Umat beragama”, tegasnya. 


Rabbi Marc Schneier dalam diskusi buku seraya bercanda menegaskan: “saya tidak punya Saudara lelaki. Hanya seorang saudari perempuan. Tapi setelah bertemu dengan Shamsi Ali, saya merasa memiliki Saudara”. 


Marc Schneier juga menegaskan bahwa dirinya selalu berkomitmen untuk berdiri membela hak-hak Komunitas Muslim. Karena baginy Islamophobia dan anti semitisme adalah dua kata dengan esensi yang sama. Karenanya motto kerjasama kami adalah “fighting for one another” (saling membela antara satu sama lain). 


Shamsi Ali dalam paparannya menegaskan bahwa Dialog yang dia lakukan bersama Marc Schneier adalah afirmasi wajah Islam yang membuka diri untuk kerjasama dengan siapa saja pada hal-hal yang memungkinkan dan dalam sikap saling menghormati. 


Juga menegaskan bahwa seseorang dalam pandangan-pandangannya akan mengalami transformasi. 


“We are a testimony that any person can transform from one negative view of the other to a different one. We both came from a kind of prejudicial views of one another”, katanya. 


Khusus masalah Palestina-Israel kedua penulis menegaskan bahwa masing-masing punya sikap. Berdialog bukan berarti harus sepakat dalam segala hal. 


“We agree to disagree without being disagreeable” (sepakat untuk berbeda dan tidak harus saling memusuhi”. 


Acara resepsi dan Dialog buku ini secara khusus diadakan sebagai penghormatan kepada kedua penulis oleh Konsulat Jenderal RI New York. Dan karenanya kedua penulis menyampaikan apresiasi yang dalam kepada Konjen RI di New York atas kerjasama yang sangat baik. 


Buku “Sons of Abraham” adalah buku pertama yang ditulis bersama antara seorang Imam Muslim dan Rabbi Yahudi. Selain telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia buku ini juga sedang dalam proses penerbitan ke dalam lima bahasa dunia lainnya; Arab, Prancis, Hebrew, Rusia dan Azari (Azerbaijan). 


Tuan rumah resepsi dan Dialog buku selanjutnya adalah Konsulat Jenderal Maroko di New York untuk menyambut terbitnya buku Sons of Abraham dalam bahasa Prancis. Insya Allah! 


New York, 25 Maret 2022 


Imam Shamsi Ali & Rabbi Marc Schneier 

Co-Author,