Pondok pesantren Nur Inka Nusantara Madani

613 Town Street Moodus CT, USA.

Islam di Amerika sejatinya bukan agama baru. Ada indikasi sejarah menyebutkan bahwa Islam telah tiba di negara ini jauh sebelum Columbus mendaratkan kakinya di bumi bangsa also Indian ini.

Hanya saja persepsi orang terbangun, baik melalui tangan-tangan jahil mereka yang memang anti dan tidak senang. Atau melakukan media yang pada galibnya dikuasai oleh pemilik modal yang juga umumnya tidak senang melihat Islam berkembang (flourish).

Kesalah pahaman terhadap agama ini sejak lama terbentuk secara sistimatis di Amerika dan Barat secara umum. Kerap kali Islam digambarkan sebagai agama kekerasan (terorisme), keterbelakangan (kemiskinan), kebodohan dan anti HAM.

Kesalah pahaman itu kemudian diperburuk oleh hiruk pikuk yang kemudian terjadi di dunia Islam, khususnya di tahun 70-an dan 80-an. Revolusi Iran dan perang Afghanistan khususnya menjadi pemicu kesalah pahaman dan ketakutan (phobia) itu.

Anti kilmaks mispersepsi terjadi melalui peristiwa serangan terror di Amerika yang dikena dengan serangan 11 September 2001. Peristiwa ini bahkan diyakini oleh sebagian sebagai kuburan Islam. Peristiwa itu adalah tanda berakhirnya dakwah dan perkembangan Islam di Amerika dan Barat secara umum.

Ternyata Allah SWT membolak balik keadaan sesuai kehendakNya. Sangkaan banyak orang justeru terbalik. Peristiwa 9/11 justeru terbalik menjadi awal kebangkitan Islam secara masif. Warga Amerika berbondong-bondong mempelajari Islam, dan tidak sedikit yang kemudian menerima Islam sebagai jalan hidupnya.

Perkembangan muallaf yang luar biasa ini menggelitik kesadaran saya ketika itu untuk mendirikan yayasan yang secara khusus dimaksudkan untuk menfasilitasi kebutuhan dakwah di satu sisi. Dan kebutuhan pembinaan muallaf di sisi lain. Maka berdirilah Nusantara Foundation pada bulan September 2014 lalu.