Mengkalkulasi amal pahala

Dalam memahami pahala Allah jangan pernah memakai cara hitungan matematis yang saklek. Ketika manusia menghitung secara matematis maka hitungannya jadi 5+5:10. 


Masalahnya jumlah 10 itu tidak selalu harus 5+5. Tapi juga bisa 3+7, 6+4, 8+2 atau bahkan 1+9 dan seterusnya. Karenanya pahala Allah jangan dihitung dengan cara pandang matematika manusia. 


Ketika anda merasa amalannya terbaik dari satu sisi, tidak perlu melihat orang lain kurang. Karena boleh jadi anda dan orang lain itu sama-sama dapat 10. Hanya saja hitungannya berbeda. 


Untuk anda boleh jadi Allah memakai hitungan 5+5=10. Dan bagi orang lain Allah memakai hitungan 7+3=10. Yang pasti keduanya memiliki nilai 10. 


Perlu diyakini jika Allah Maha adil. Dan jangan lupa keadilanNya itu terbangun di atas asas cinta dan kasihNya. Pada akhirnya lakukan “muhasabah” tanpa “menghisab” (orang lain). 


Muhasabah itu introspeksi diri. Sementara “menghisab” itu artinya menghakimi (orang lain). 


Dan tak kalah pentingnya, syurga itu tidak berpintu tunggal. Fokus saja pada diri dan jalan sendiri menuju Allah. Biarlah Allah yang mengkalkulasi dengan caraNya. 


Do self introspection, rather than being judgmental…to others! 


NYC Subway, 25 Juli 2022