Pohon vs Benalu

Dalam menjalani hidupnya di dunia ini manusia pada umumnya punya dua pilihan. Ada yang memilih hidup bagaikan pohon. Tapi ada juga yang memilih hidup bagaikan benalu.


Hidup bagaikan pohon itu, selain indah dipandang mata juga menaungi dan memberikan kenyamanan kepada mereka yang memerlukan. Bahkan di saat-saat dilempari batu sekalipun akan membalas dengan buah-buah yang segar. 


Agar kehidupan ini dapat menjadi pohon yang subur dan rindang diperlukan akar yang sehat dan kuat. Dalam kehidupan manusia tentu akar yang dimaksud ada pada dua hal ini: iman dan ilmu.


Sebagaimana pohon yang berakar sehat dan kuat itu menumbuhkan batang, dahan dan ranting yang juga sehat serta menghasilkan buah-buah yang segar. 


Demikian kehidupan yang berakar iman dan ilmu pastinya sehat dan melahirkan amal dan karya-karya yang agung. Bahkan dengan iman dan ilmu itulah akan terbangun peradaban manusia yang kokoh. 


Karenanya “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan mereka yang berilmu” (Al-Qur’an).


Hidup bak benalu


Pada lain ada juga orang-orang yang memilih jalan hidup bagaikan benalu. Gambaran kehidupan yang rapuh, tak berprinsip, mudah goyah. Dan yang lebih jahat lagi kehidupan seperti ini berusaha mencari untung dengan menghisap darah orang lain. 


Bagaikan benalu yang tak punya akar yang kuat. Tahunya bertengger pada pohon. Lemah, rapuh, dan tidak saja menyusahkan. Tapi merusak pohon tempat di mana sang benalu bertengger. 


Orang-orang seperti ini dapat kita lihat di dalam masyarakat. Ketika berusaha menjadi atau mendapatkan seseorang menggelantung pada orang lain. Menjadikan orang lain jalan bagi keinginannya hingga berhasil. 


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan dia menghisap darah orang membantunya. Bahkan lebih lagi ingin menghancurkannya dengan cara apapun. Setelah menempel untuk mendapatkan keinginannya berbalik mencari cara untuk merusak orang yang telah membantunya.


Dalam bahasa sederhana orang seperti ini selain jahat, juga tidak tahu diri dan malu. Seringkali nampak seperti dekat, bagaikan benalu lengket dengan pohon, tapi merusak dan memalukan. 


Karenanya anda tinggal memilih. Ingin menempuh hidup bagaikan pohon yang berakar sehat, subur dan rindang, bahkan tetap memberikan buah-buahnya walau dilempari. Atau jadi benalu bertengger, menghisap darah dan merusak pohon tempat sang benalu menumpang hidup. 


Hidup memang pilihan! 


NYC Subway, 27 Juli 2022

*Presiden Nusantara Foundation